Showing posts with label Mudahkan Jangan Susahkan. Show all posts
Showing posts with label Mudahkan Jangan Susahkan. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

Ulasan buku motivasi: Bersyukurlah Kerana-Nya


Penulis meminati hasil karya penulis ini, Syed Alwi Alatas di atas kupasan dan garapan yang sangat menyeluruh dan pengolahan dari sumber yang boleh dipercayai.

Buku Tarbiah Rohani hasil terbitan Galeri Ilmu ini terbahagi kepada empat bahagian setebal 328 mukasurat,iaitu Nikmat yang melimpah;Belumkah datang masa untuk bersyukur;Bagaimana bersyukur dan juga diakhiri dengan bahagian Berbahagialah mereka yang bersyukur. Untuk bahagian pertama,Syed Alwi Alatas cuba menyedarkan pembaca, bahawa nikmat yang Allah limpahkan adalah terlalu besar ertinya dan ujian kekayaan dan kesusahan semuanya adalah nikmat yang menguji kekuatan iman hambanya.Maka Syed Alwi Alatas juga cuba menyedarkan pembaca bahawa kepentingan dan signifikan mensyukuri nikmat yang Allah berikan untuk kita sama2 menjalani kehidupan sebagai khalifah di muka bumi Allah.Maka, untuk bahagian ketiga, disusuli pula dengan kisah2 bagaimana untuk mensyukuri nikmat yang Allah kurniakan serta faedah2 dan kelebihan mensyukuri nikmat Allah dikupas kemas dalam bahagian terakhir.

Sesungguhnya buku ini mempunyai kesinambungan daripada hasil penulisan Syed Alwi Alatas sebelum ini seperti buku 'Bila Allah Menduga Kita', 'Senyumlah', 'Apapun Masalahmu Ia Pasti Akan Berlalu' serta 'Mudahkan Jangan Susahkan'.Semua tajuk hasil penulisan beliau sememangnya amat sesuai dijadikan pedoman buat pembaca dalam mengharungi kehidupan yang semakin mencabar minda dan akal manusia yang sentiasa terdedah dengan pelbagai kelemahan nafsi dan aqli.

http://knowledgesharingaroundtheworld.blogspot.com/2013/04/ulasan-buku-motivasibersyukurlah-kerana.html

Sunday, April 7, 2013

Obat Kuat Jiwa

Alwi Alatas

Belum lama ini saya berbincang dengan beberapa orang rekan, di antaranya Wan Zayuhisyam, penulis buku Cikgu, Anak Saya Okay? Perbincangan kami berkenaan dengan iklan buku di internet.

“Bukannya mudah nak tarik audience kepada iklan buku,” kata Wan Zayuhisyam, “lain halnya jika iklan obat kuat, tentu ramai yang tertarik.”

“Kalau macam itu tampilkan saja iklan obat kuat,” kata saya, “saat mereka klik iklan itu, yang muncul adalah buku.”

“Mana boleh seperti itu, nanti orang-orang kecewa karena lain yang diiklankan lain pula isinya.”

“Sebenarnya …,” kata saya lagi, “buku-buku motivasi Islami ini obat kuat juga … ia adalah obat kuat jiwa.”
Yang lain pun tersenyum dan mengangguk-angguk.

Ini memang gurauan saja. Bukannya betul-betul akan buat iklan semacam itu. Bagaimanapun, hal ini mengandung fakta yang benar. Buku-buku motivasi yang dibuat oleh para penulis tarbiyah rohani, atau dapat juga disebut buku-buku spiritual motivation, memang merupakan obat kuat jiwa. Buku-buku ini boleh memberi kekuatan yang besar pada jiwa. Ia mampu menggetarkan dan memotivasi jiwa; mendobrak semangat yang lemah; mengubah kesedihan menjadi kegembiraan; menghilangkan keputusasaan dan mengubahnya jadi kepercayaan diri; dan dapat memperkaya jiwa serta mendekatkannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Buku-buku itu boleh membuat jiwa manusia ‘tersenyum’ bahagia. Kalau sudah begitu, insya Allah tak akan ada lagi kesusahan yang dapat menimbulkan rasa putus asa. Seperti yang kami tulis di dalam buku Mudahkan, Jangan Susahkan: “Senyuman di jiwa itu mendahului senyuman di wajah. Musibah dan kesusahan merasa segan dan takjub kepada jiwa yang senantiasa tersenyum.”

Masalahnya, berapa banyak orang yang menganggap penting jiwanya serta apa yang ada di dalam dadanya, dibandingkan mereka yang mementingkan apa yang beberapa centimeter berada di bawah dadanya?

Kalau yang dijual obat kuat lelaki mungkin banyak yang mau membelinya dan sanggup membayar mahal, karena ia adalah simbol kejantanan dan kegagahan. Tapi berapa banyak yang mau membayar untuk kekuatan jiwanya? Berapa uang yang sanggup dikeluarkan untuk membeli buku-buku tarbiyah rohani yang merupakan obat kuat jiwa, bukan hanya bagi kaum lelaki tetapi juga bagi kaum perempuan dari berbagai usia?

Kalau seorang lelaki merasa terganggu dalam hal kegagahan yang satu itu, ia tentu merasa sangat gelisah dan sanggup mengeluarkan banyak uang untuk mengembalikan kekuatannya. Tapi kalau yang hilang adalah kegagahan dan kekuatan jiwa, siapa yang peduli? Banyak yang tak mau pening memikirkannya. Yang lain semuanya penting, tapi jiwa tak begitu dianggap penting. Padahal sebenarnya jiwa itulah yang paling tinggi nilainya dan paling mahal harganya.

Jangan hanya kuatkan badan dan hal-hal fisikal lainnya. Kuatkanlah jiwa. Carilah obat kuat jiwa. Hadirilah majelis zikir dan majelis ilmu. Perbanyak ibadah dan membaca al-Qur’an. Beli dan bacalah buku-buku Islami. Tak banyak uang yang perlu dikeluarkan untuk itu. Tapi manfaatnya insya Allah berlipat-lipat lebih tinggi dibandingkan uang yang dikeluarkan.

Para pembaca sekalian, jiwa kita terlalu tinggi nilainya. Hargailah ia dengan sebaik-baiknya. Insya Allah hal itu akan membuat kita mampu menjadi seorang pemenang yang sejati di kemudian hari.

Kuala Lumpur
23 Jumadil Awwal 1434/ 4 April 2013